Jokowi Memilih Orang-Orang Muda Untuk Menjadi Staf Ahli Kepresidenan - Calon Cerdas

Jokowi Memilih Orang-Orang Muda Untuk Menjadi Staf Ahli Kepresidenan

Jokowi Memilih Orang-Orang Muda Untuk Menjadi Staf Ahli Kepresidenan

Jokowi Memilih Orang-Orang Muda Untuk Menjadi Staf Ahli Kepresidenan - Presiden Joko “Jokowi” Widodo telah menunjuk tujuh orang muda sebagai anggota staf ahli kepresidenannya yang baru untuk memberinya ide-ide inovatif sehubungan dengan pembangunan negara di berbagai bidang.

Di antara anggota staf ahli yang baru adalah startup teknologi pendidikan CEO Ruangguru dan pendiri Adamas Belva Syah Devara, pendiri Amartha Fintech Andi Taufan Garuda Putra dan CEO Creativeprenuer Putri Tanjung.

Anggota staf ahli lainnya termasuk co-founder SabangMerauke Ayu Kartika Dewi, CEO Kitong Bisa Gracia Billy Mambrasar, pengusaha sosial Angkie Yudistia dan mantan ketua Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf.

Usia mereka berkisar antara 23 dan 36 tahun, dengan yang termuda adalah Putri kelahiran 1996 - yang juga merupakan putri mogul media Chairil Tanjung.

"Saya juga terkejut bahwa [dia] masih berusia 23 tahun," kata Jokowi singkat setelah memperkenalkan dia dan anggota staf lainnya di Istana Presiden di Jakarta pada hari Kamis.

Jokowi memberikan teriakan khusus kepada Billy, seorang asli Papua berusia 31 tahun yang telah memenangkan beasiswa dan mengambil masternya di Universitas Oxford Inggris, serta Angkie, yang tuli dan terkenal karena mengadvokasi untuk tuli hak-hak orang.

"Saya telah meminta Angkie untuk menjadi juru bicara saya dalam urusan sosial," kata Jokowi.

Dia mengatakan anggota staf muda akan membahas berbagai masalah dengan Presiden dan memberinya "ide-ide segar dan inovatif sehingga kita dapat menemukan cara baru untuk mengambil lompatan untuk mencapai kemajuan".

“Mereka juga harus menjadi jembatan antara saya dan santri muda [siswa sekolah asrama Islam] dan diaspora muda di banyak tempat di seluruh dunia,” kata Jokowi.

Terlepas dari tujuh yang disebutkan di atas, Presiden pada hari Kamis juga mengumumkan nama-nama lima anggota lainnya, yang sebagian besar telah bekerja dengan Jokowi sejak pemerintahan pertamanya.

Mereka termasuk akademisi Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana dan Sukardi Rinakit, ekonom Arif Budimanta, ketua Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono dan pakar hukum dan politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dini Shanti Purwono.

PKPI dan PSI adalah di antara partai-partai politik yang mendukung upaya pemilihan ulang Jokowi pada bulan April.