Setelah Tim 'Milenium' Jokowi, Kini Ma'ruf Memilih Staf Ahli 'Era Kolonial' - Calon Cerdas

Setelah Tim 'Milenium' Jokowi, Kini Ma'ruf Memilih Staf Ahli 'Era Kolonial'

Setelah Tim 'Milenium' Jokowi, Kini Ma'ruf Memilih Staf Ahli 'Era Kolonial'
 Ma'ruf Memilih Staf Ahli 'Era Kolonial'

caloncerdas.com - Setelah Presiden Joko Widodo “Jokowi” menjadi berita utama pekan lalu karena menunjuk tujuh orang generasi milenium ke dalam tim pembantunya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin kini mendapatkan perhatian publik karena anggota staf ahlinya, meskipun karena alasan yang sangat berbeda.

Ma'ruf yang berusia 76 tahun, seorang tokoh Islam terkenal, baru-baru ini merekrut delapan orang "dari generasinya" yang akan membantunya di kantor, menurut wakil juru bicara kepresidenan Masduki Baidlowi.

Sebagian besar anggota staf ahli Ma'ruf terdiri dari individu-individu yang berafiliasi dengan organisasi Muslim terbesar di negara itu, Nahdlatul Ulama (NU), di mana ia sendiri adalah tokoh senior.

Para anggota termasuk direktur Badan Analisis Makanan dan Obat-obatan Indonesia, Lukmanul Hakim, ketua NU Muhammad Imam Aziz dan Robikin Emhas, Masduki sendiri yang juga anggota NU dan profesor Universitas Negeri Islam Masykuri Abdillah.

Baca JugaMinggir - Inilah Tim 'Milenium' Baru Jokowi

Yang lainnya termasuk pakar hukum Satya Arinanto, mantan peneliti, teknologi dan menteri pendidikan tinggi Mohamad Nasir dan mantan anggota staf ahli Kementerian Pertanian, Sukriansyah S. Latief.

Ma'ruf, yang juga merupakan ketua MUI yang tidak aktif, sebelumnya menjabat sebagai Rais Aam (pemimpin tertinggi) NU.

"Saya pikir karena Presiden telah merekrut milenium, sudah sepantasnya kiai [Ma'ruf] merekrut orang-orang dari zamannya era kolonial," kata Masduki bercanda pada hari Senin, seperti dikutip oleh kompas.com. "Tapi itu tidak mengurangi fakta bahwa [yang ditunjuk] kompeten dan terampil."

Dia menambahkan bahwa, di atas segalanya, aspek terpenting dari anggota staf ahli adalah kompetensi.

"Apakah mereka generasi milenium atau generasi kolonial, saya pikir mereka hampir sama," kata Masduki.

Baca Juga: Pak Nadiem, Aku Mencintaimu 6000: Twitter Beramai-Ramai Tentang Pidato Mantan CEO Gojek untuk Hari Guru


Dia mengatakan bahwa Jokowi tidak ikut campur dalam pemilihan anggota staf ahli Ma'ruf karena Presiden telah mengakui hak prerogatif Wakil Presiden untuk membuat pilihan sendiri.

Anggota staf ahli wakil presiden telah memulai tugas mereka pada hari Senin. Mereka dan Ma'ruf telah sepakat untuk mengadakan pertemuan setiap hari Minggu untuk membahas masalah-masalah strategis, Masduki menambahkan.

Jokowi mengumumkan 12 anggota staf ahli kepresidenannya pada hari Kamis, tujuh di antaranya adalah milenial dengan usia mulai dari 23 hingga 36 tahun.